Skip to main content

Posts

Laporan Kunjungan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tanggerang-Bekasi) Aisyah Nursyamsi

Laporan Kunjungan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tan g gerang-Bekasi) Aisyah Nursyamsi 1.     Aspirasi Divisi Litbang memberikan kami semacam tugas jalan-jalan sebelum mengambil libur cuti Ramadhan beberapa hari yang lalu. Menyenangkan karena selama berproses di Institut, tak banyak kegiatan yang dilakukan di luar kecuali kunjungan ke Kompas yang baru saja Institut lakukan. Sayanagnya, karena kuliah saya tak berkesempatan untuk menghadiri kunjungan yang terdengar menyenangkan, dari beberapa kabar teman-teman angkatan. Sebenarnya ada dua jenis kunjungan yang akan dilakukan. Pertama adalah kunjungan LPM di sekitar Jabodetabek dan selanjutnya adalah kunjungan yang akan kita lakukan nanti setelah menyelesaikan liburan dan fokus di daerah Jawa seperti Jogjakarta dan sebagainya. Jujur, saya tidak sabar untuk menunggu. Melakukan kunjungan dengan orang-orang yang memilih untuk berkecimpung dalam dunia pers, berproses untuk mendapatkan...

Orang Itu Bernama Ayah

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Pramoedya Ananta Noer Sebagian orang mungkin kenal dengan kalimat ini. Ringan saja, karena tidak ada konflik di dalamnya. Hanya sebuah ajakan kecil untuk menulis, namun akan ada hasil yang besar dari tawaran tersebut, yaitu keabadian. Kalimat ini dibuat dengan rasa sedemikian rupa oleh Pramoedya Ananta Noer.   Seorang Sastrawan yang pernah hidup di tiga zaman, maestro pengatur aksara dan begitu lihai dalam menuliskan tatanan bahasa. Akan butuh lama untuk menjelaskan riwayat sang tokoh. Tapi dalam tulisan ini aku tidak akan menuliskan riwayat tentang beliau. Tidak juga tentang siapa pun, melainkan diriku sendiri sebagai seorang penulis amatir,   tapi akan terus belajar untuk menjadi seorang penulis. Marilah berselancar pada lahirnya mimpi seorang anak desa yang tinggal di Sumatera bagian tengah sana. Ka...

Salju Terakhir di Musim Dingin

“Pernah dengar tentang dejavu?” tanyanya dengan nada riang, terdengar begitu ringan tanpa beban. Padahal aku tahu apa yang baru saja terjadi padanya. noren-id.com “Apa tidak sakit?” Aku kembali menanyakan hal yang sama untuk ke sekian kalinya. Ku rasa ini sudah pertanyaan yang ke sepuluh. Dan tak satu pun ia menjawab. Aku kembali memperhatikan beberapa luka memar di keningnya. Aku tahu ada beberapa titik di daerah kepala yang berdarah. Apa ayahnya memukulinya lagi? Aku tidak akan terkejut karena, sudah menjadi hal yang biasa bagiku melihat Faza babak belur seperti ini, tak jarang bahkan lebih. Dan biasa pula bagiku melihat Faza yang selalu tertawa dan menganggap jika ‘sikap manis’ ayahnya ini tidak terlalu menyedihkan untuk diceritakan. “Aku sepertinya pernah melakukan pembicaraan ini, di sini. Berada di kali dengan warna air yang selalu sama. Cokelat kehitaman. Hei, Rinai. Sepertinya kita pernah seperti ini sebelumnya. Kau tahu, suasana di sore seperti ini rasanya ju...